Aneh sekali Ramadhan kali ini bagi saya.
Orang-orang berubah 180 derajat.
Mereka alim mendadak.
Masjid penuh—dan bahkan dikampungku sampai dipasangi lampu kerlap-kerlip, entah apa maksudnya.
Isya’, Taraweh, Subuh semangat terbakar untuk menjalankannya.
Maghrib hanya sebagaian karena sebagian tadi masih menikmati hidangan buka di rumah.
Normalkah itu?
Atau hanya saya saja yang merasa aneh dengan semua itu?
Saya melihat sendiri sebelum Ramadhan,
Masjid di kampung saya sepi sekali sewaktu Maghrib dan Isya’.
Hanya 1-2 shof saja terisi.
Itu pun saya sudah hafal orang-orang yang mendatangi masjid saya.
Saat Subuh saya mengakui jarang ke masijid.
Hanya beberapa kali saya sempat berjamaah di luar bulan Ramadhan.
Dan apa yang saya lihat?
Saya kira mesjid ini adalah panti jompo.
Karena mereka yang datang umumnya sudah berjalan bungkuk.
Hanya ada beberapa bapak-bapak saja.
Dan itu pun hanya ½ lebih saja terisi.
Kemana kaum pemuda?
Yang katanya giat belajar beragama.
Yang aktif dalam Rohis sekolahannya.
Membaca buku agama.
Berkomentar tentang kesalahan orang lain dan mengkritik diri sendiri.
Dan bahkan berani berkomentar tentang Israel, Zionis yahudi, dan Amerika.
Serta yang katanya suka menolong orang-orang fakir miskin.
Tidak, saya tidak menyalahkan mereka semua.
Hanya yang saya sayangkan adalah.
Sebagian dari mereka aktif dalam kegiatan beragama tetapi tidak hadir dalam sholat berjamaah.
Padahal sabda nabi :
“Sholat terberat bagi orang-orang munafik adalah sholat Isya’ dan Subuh. Padahal seandainya mereka mengetahui pahala pada kedua sholat tersebut, tentu mereka akan mendatanginya walaupun harus merangkak.” (HR Ahmad)
Rela disebut orang munafik?
Kalau saya sih tidak.
Lalu kenapa kita masih saja melalaikannya?
Padahal seorang tentara Yahudi sampai berkata :
“Tidak akan menang umat Islam terhadap kami sampai sholat Subuhnya seperti sholat Jumat yang penuh oleh jamaah.”
Saya hanya berharap.
Agar sholat-sholat berjamaah di bulan suci ini terpelihara.
Sampai di bulan-bulan biasa.
Masjid-masjid selalu penuh oleh jamaah.
Amin.

No comments:
Post a Comment